Web Promosi Mitra Thalita Pulsa dot Com
Tampilkan postingan dengan label HANDPHONE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HANDPHONE. Tampilkan semua postingan

Shopee Ikut Jual Samsung Galaxy S9 dan S9+ terbaru

Bekerjasama dengan mitra resmi Samsung di Indonesia, Erafone dan Bhinneka, perusahaan e-commerce, Shopee, akan menjual smartphone Galaxy S9 dan S9+ yang dimulai 16 Maret.
Melalui kerjasama ini, pengguna dapat membeli Samsung Galaxy S9 and S9+ melalui toko official Samsung dan memperoleh cashback spesial, dan tentunya akses yang mudah dan nyaman untuk beragam produk terlaris Samsung, termasuk TV, mesin cuci, dan peralatan rumah tangga lainnya di Shopee.

Tidak hanya itu, mulai tanggal 16-22 Maret, pengguna dapat menikmati promo diskon sampai 10% di hampir seluruh produk kategori mobile. Untuk 1.000 pembeli pertama juga akan mendapatkan voucher belanja senilai Rp 100.000 untuk pembelian berikutnya.
Christin Djuarto, Direktur Shopee Indonesia mengatakan smartphone, sebagai bagian dari kategori elektronik yang terus berkembang di Indonesia, telah mengalami salah satu pertumbuhan paling signifikan di platformnya.
“Dalam 2 tahun, jumlah transaksi produk elektronik Shopee meningkat hingga lebih dari 25 kali lipat. Untuk terus memberikan pengalaman berbelanja yang terbaik bagi pengguna, Shopee berkolaborasi bersama brand dan penjual terkemuka untuk menawarkan keragaman dan variasi dalam produk,“ lanjut Christin.
Seluruh produk yang tersedia di toko official Samsung dilindungi oleh Garansi Shopee Mall; yakni 7 Hari Gratis Pengembalian, 100% Original, dan Gratis Ongkos Kirim Spesial.
Share:

Resmi, Huawei Nova 2 Lite Andalkan Layar Penuh Plus Android Oreo bagus

Huawei Nova 2 Lite adalah smartphone terbaru Huawei  yang diluncurkan hari Rabu (14/3 2018) kemarin di Filipina. Smartphone ini merupakan pilihan smartphone mid-range baru Huawei yang hadir dengan RAM 3GB, desain minim bezel serta bentangan layar lapang HD +IPS berukuran 5,99 inci dengan resolusi 720x1,440 piksel plus aspek rasio layar 18:9.
Huawei Nova 2 Lite memiliki desain premium dengan casing berbahan logam dan baterai unibody berkapasitas daya 3,000mAh. Dari segi dimensi, smartphone ini memiliki ukuran 76.7x158.3x7.8mm dan berat 155 gram.

Huawei Nova 2 Lite menjalankan sistem operasi  Android v8.0 Oreo dengan antarmuka EMUI 8.0. Kinerja smartphone ini didukung oleh processor octa core Qualcomm Snapdragon 430 yang dipadankan dengan RAM 3GB dan ruang penyimpanan 32GB yang dapat diperluas hingga 128GB lewat kartu MicroSD.
Aspek fotografinya mengandalkan kamera 13 dan 2 megapiksel di bagian belakang. Sedangkan kamera depannya dibekali dengan resolusi  8 megapiksel, tanpa dukungan flash LED. Seperti sudah diberitakan sebelumnya, smartphone ini juga hadir dengan dukungan Face Unlock.
Adapun  pilihan konektivitas dari perangkat ini meliputi 4G LTE, VoLTE, Wi-Fi 802.11 b / g / n, Bluetooth, GPS, dan port Micro-USB. Nova 2 Lite juga dijejali pula oleh sejumlah sensor seperti accelerometer, ambient light sensor dan proximity sensor. Bagian belakangnya juga memiliki sensor sidik jari.
Huawei Nova 2 Lite saat ini siap untuk pre-order di Filipina dengan jadwal penjualan pada tanggal 23 Maret 2018. Banderol harganya dipatok 9.990 peso atau sekitar Rp2,6 jutaan. Smartphone ini  hadir dalam varian warna Hitam dan Biru.
Share:

Bocor! Ini Spesifikasi Vivo X21 terbaru

Hingga saat ini Qualcomm masih belum mengumumkan siapa yang bakal jadi penerus dari prosesor Snapdragon 660. Hal ini tentu memaksa sejumlah pabrikan smartphone seperti Vivo dan Oppo untuk kembali menggunakan  chip yang sama.


Vivo X21 yang awalnya sempat dirumorkan bakal menyematkan prosesor Snapdragon 670, sekarang terungkap di laman Geekbench bakal dijejali oleh chip Qualcomm Snapdragon 660.
Dalam laman pengujian tersebut terkuak bahwa smartphone ini akan hadir dalam berbagai varian warna. Seperti pendahulunya, Vivo X21 kabarnya juga akan hadir dengan fitur pemindai sidik jari di layar.
Vivo X21 akan  menjalankan sistem operasi  Android v8.1 Oreo dengan Snapdragon 660 dan RAM 6GB. Perangkat ini mencetak angka 1608 poin dalam uji single core dan 5852 poin dalam uji multi-core. 
Share:

Wow! iPhone X Berlapis Emas Dijual Segini dahsyat

iPhone X yang merupakan iPhone edisi khusus ulang tahun iPhone ke-10, menjadi barang mewah ditangan perusahaan pembuat perhiasan dan gadget premium yang berbasis di Rusia, Caviar. Bagaimana tidak? Caviar memperkenalkan iPhone X edisi Gold. Ya, casing yang benar-benar berlapis emas  murni 24 karat, bukan hanya berwarna emas.

iPhone X berlapis emas murni 24 karat tersebut hadir dalam dua versi yang  disebut Classic Gold dan Classic Liquid Gold. Adapun Classic Gold dipatok seharga USD 4.510 (Rp60 jutaan), sementara varian Classic Liquid Gold akan dibanderol dengan USD 4.805 (Rp64 jutaan).
Kedua handset iPhone X edisi mewah buatan Caviar ini  akan tetap dihiasi dengan "simbol apel legendaris" khas Apple, dan seluruh bodinya dilapisi dengan bahan emas  murni 24karat. Sementara itu, spesifikasi di dalamnya, sama persis dengan iPhone X versi aslinya.
Penjualan iPhone X edisi Caviar ini  sudah dimulai hari ini (14/3 2018), dan Anda bisa memesan dan memperoleh informasi lebih lanjut melalui tautan yang disebutkan pada bagian bawah.
Share:

AnTuTu Rilis Daftar 10 Smartphone Terbaik di Bulan Februari 2018, Apa Saja? simak

AnTuTu yang merupakan produk benchmarking teratas untuk perangkat mobile telah merilis daftar 10 smartphone berkinerja tertinggi di dunia untuk periode bulan Februari 2018. Daftar ini didasarkan pada model yang mencetak poin tertinggi pada benchmark AnTuTu pada bulan Februari tahun ini. Kira-kira smartphone apakah yang menempati posisi tertinggi?

Sebenarnya peringkat AnTuTu ini adalah peringkat kedua yang dirilis semenjak versi 7 diluncurkan menggantikan versi lawas 6 yang sekaligus mengubah secara total metode pengumpulan skor untuk menilai kinerja sebuah perangkat. Adapun untuk daftar peringkat yang pertama telah dirilis lebih dulu pada bulan Januari lalu.
Dari hasil perbandingan dengan daftar bulan lalu, nyatanya tidak banyak perubahan yang ditunjukkan. Sayangnya peringkat yang dirilis ini hanya untuk smartphone Android tanpa menyertakan perangkat buatan Apple.
Huawei Mate 10 tetap bercokol di posisi teratas yang disusul pada posisi kedua oleh Huawei  Mate 10 Pro. Kedua model tersebut didukung oleh chip Kirin 970 yang merupakan prosesor garapan Huawei sendiri. Huawei Mate 10 memiliki skor AnTuTu sebesar  214750, sedangkan Mate 10 Pro terdaftar dengan perolehan 214707.
Berdiri di posisi ketiga adalah Huawei Honor View 10 dengan skor 213.758. Sementara itu, peringkat keempat diduduki oleh OnePlus 5 dengan perolehan nilai 211.210 poin. Berada pada posisi kelima terdapat OnePlus 5T dengan skor 211.029.
ZTE Nubia Z17 menempati nomor 6 dengan 208.654 poin. Posisi ZTE Nubia Z17s mengungguli Xiaomi Mi Mix2 dengan skor 207.502 poin sehingga membuatnya berada pada urutan ke-7.
Adapun dua perangkat papan atas dari Xiaomi yakni Mi 6 dan Mi Mix 2 masuk dalam urutan ke 8 dan 9. Sedangkan Samsung  Galaxy Note 8 harus puas untuk menampati posisi ke 10 dengan pencapaian skor 203.260 poin.
Jika Anda perhatikan, ada sedikit perubahan di daftar Top 10 benchmark AnTuTu tersebut.  Samsung Galaxy S8 + berada di posisi 10 besar untuk periode bulan Januari 2018, namun dengan masuknya ZTE Nubia Z17s langsung membuat smartphone Samsung tersingkir dari daftar.
Samsung Galaxy S9 yang baru diluncurkan akhir Februari tentu saja belum masuk dalam daftar mengingat ia baru akan dipasarkan pada pertengahan bulan Maret ini. Boleh jadi perangkat paling gres dari vendor Korea Selatan tersebut akan jadi yang teratas pada daftar yang akan dirilis untuk bulan Maret nantinya. 
Share:

Alasan Sony Tinggalkan Jack Audio 3.5mm di Xperia XZ2 lebih modern

Sony selama ini dikenal handal dalam mengemas ponsel pintar buatannya yang memiliki berbagai fitur yang mumpuni. Terlebih lagi dengan adanya sistem audio yang tak kalah berkualitas. Bagi sebagian besar penggemar musik, langkah Sony untuk menghilangkan dukungan audio jack di Sony Xperia XZ2 dan Xperia XZ2 Compact tentu sangatlah disayangkan.

Lalu apa alasan Sony sebenarnya menghilangkan dukungan jack audio 3,5mm yang masih sangat populer digunakan?
Sony melalui forum tanya jawab di situs resmi Sony Mobile akhirnya buka suara mengapa mereka harus melepas dukungan jack headphone 3.5mm untuk Xperia XZ2 dan XZ2 Compact. Sebuah FAQ baru-baru ini yang diterbitkan oleh Sony menjelaskan bahwa jack headphone 3,5mm  terpaksa dihilangkan  untuk mengakomodasi desain 'Ambient Flow'  di smartphone Sony Xperia generasi terbaru.
Tak hanya itu, Sony juga dengan menghentikan dukungan jack audio 3,5mm di Sony Xperia XZ2 dan Xperia XZ2 Compact juga berupaya ikut serta dalam tren pasar utama menuju teknologi nirkabel.
Namun sepertinya hal ini hanyalah alasan yang diberikan oleh  Sony. Pasalnya, Sony bisa saja membuat cukup ruang untuk tetap mempertahankan jack audio 3,5mm  jika Sony memang benar-benar menginginkannya tetap ada di jajaran  smartphone terbarunya.
lagi pula banyak pabrikan smartphone lain dengan bezel yang lebih tipis namun masih menyertakan port audio 3.5mm.
Sisi positifnya, Xperia XZ2 hingga kini masih akan mendukung Hi-Res Audio yang ciamik. Meskipun apa yang Sony sajikan sebagai Hi-Res Audio hanya akan bekerja dengan headset kabel dan penggunaan kabel konversi yang kompatibel.
Share:

Garap Fitur Super HDR, Vivo Gunakan AI Sederhana

Pada hari Selasa (13/3 2018) kemarin, Vivo telah mengumumkan fitur 'Super HDR' garapannya yang akan dibuat berdasarkan pada teknologi kecerdasan buatan (Artifical Intelligence/AI) yang nantinya akan dijalankan di perangkat buatannya di masa datang.
Adapun tujuan dari fitur ini adalah untuk  meningkatkan kinerja HDR namun pada saat bersamaan siap menghasilkan jepretan kamera yang terlihat jadi lebih alami menggunakan sentuhan teknologi  kecerdasan buatan.

Super HDR menangkap 12 gambar sekaligus dan menyatukannya sebagai gambar komposit.
Dengan memanfaatkan lebih banyak gambar tentu akan memungkinkan kamera memiliki kendali yang lebih baik dalam melakukan pengolahan gambar.
Kamera kemudian menggunakan deteksi adegan (scene detection) untuk mengidentifikasi bagian gambar yang berbeda dan menentukan eksposur yang berlainan pula. Deteksi adegan yang cermat kemudian dapat mengidentifikasi orang dan juga benda di sekitar objek seperti langit, awan, batu, pohon, dll dalam bingkai dan menampilkan eksposur dengan lebih tepat.
Vivo mengklaim bahwa  hasil jepretan dengan menggunakan teknologi dari fitur Super HDR ini selain menghasilkan gambar yang seimbang dan memiliki eksposur baik, juga akan membuat gambar dengan tampilan yang kurang natural dapat diminimalisir.
Sampel gambar yang dibagikan oleh Vivo  menunjukkan fitur Super HDR dalam jepretan kamera  yang menghasilkan kualitas foto yang  sangat menakjubkan. Meski bocoran foto ini langsung dibagikan oleh Vivo, namun masih diragukan kinerja dari Super HDR tersebut.
Pasalnya dalam data EXIF gambar terlihat adanya penyebutan Adobe Photoshop menandakan adanya kemungkinan foto yang sampel tersebut dibuat dengan menggunakan pengeditan software Photoshop buatan Adobe.  
Sejauh ini masih belum ada informasi lebih lanjut  tentang perangkat mana yang akan dipilih oleh Vivo untuk dibekali dengan fitur ini. Termasuk kapan kiranya Vivo akan menghadirkan perangkat tersebut di pasar global. 
Share:

Review OPPO A71 (2018): Ganti Chipset, Turun Harga di pasaran

Entah karena kesalahan pemilihan chipset pada generasi sebelumnya atau hanya strategi pemasaran, namun OPPO memperbarui salah satu perangkatnya di kelas menengah-bawah (mid-low) dalam selang waktu yang tergolong sangat singkat.
Produk yang kami maksud adalah A71. Di atas kertas, varian A71 (2018) ini memiliki chipset yang membawa prosesor dengan clockspeed lebih cepat dibanding pendahulunya yang diluncurkan pada kwartal akhir tahun lalu. Menariknya, banderol harga versi teranyar dari produk ini justru dipatok lebih murah dibanding varian A71 (2017). Namun apakah peningkatan kecepatan prosesor ini mampu memacu performa A71 secara umum?
berikut penjelasannya
Paket Penjualan : Handset, Charger, Headset, Kabel Data, Buku Manual, Kartu Garansi, Sim Ejector
Warna : Gold, Black, Rose Gold
Harga : Rp 1.999.000
Satu Banding Satu
Ada hal yang patut disyukuri dan juga patut disayangkan melihat paket penjualan OPPO A71 (2018) ini. OPPO menyertakan headset pada kotak kemasan A71 (2018). Sebuah kelebihan tersendiri mengingat banyak ponsel yang bahkan dibanderol dengan harga lebih tinggi namun tidak memilikinya.
Namun di sisi lain, OPPO tidak memberikan pengguna baru A71 (2018) ini casing pelindung tambahan dalam paket penjualannya. Hal ini membuat pengguna harus segera mengeluarkan budget ekstra demi melindungi ponsel ini, mengingat area backcover sangat rentan terhadap goresan. Beruntung, berkat popularitas OPPO di kelas menengah-bawah, di pasaran banyak tersedia case pelindung untuk A71 dengan bermacam pilihan model.
Secara fisik, bisa dipastikan bahwa A71 (2018) ini persis dengan versi tahun sebelumnya. Jika disandingkan pun pengguna tidak akan sanggup membedakan generasi terkini dari A71 ini dengan yang beredar lebih dulu.
Dengan desain uni-body yang membulat di setiap tepian dan sudutnya ponsel ini terasa ergonomis dalam genggaman. Backcover menyambung dari sisi belakang ke samping, sementara area muka tampak mencuat dari backcover ini jika dipandang dari samping.
Tombol fisik daya (sekaligus pengunci layar) dan tombol pengatur volume dipisahkan di masing masing sisi, kanan dan kiri.
Bersama tombol daya di sisi kanan, ditempatkan tray yang mampu menampung 2 kartu SIM dan sebuah kartu memori dalam waktu bersamaan.
Sebagai ponsel kelas menengah-bawah, A71 belum meninggalkan port audio jack 3.5mm yang diletakkan di sisi atas, sedang di area berseberangan terdapat lubang loudspeaker dan microphone yang mengapit port microUSB.
Sisi belakang tampil minimalis dengan hanya memajang lensa kamera utama, LED Flash, noise cancelation microphone dan logo brand OPPO. Tak ada sensor sidik jari di sisi belakang atau di sisi manapun dari ponsel ini.
Layar HD yang Bersahabat
Tak hanya tampil identik dalam hal desain pembentuk fisiknya, A71 (2018) juga masih mempertahankan spesifikasi layar yang sama seperti edisi sebelumnya. Dengan rasio layar konvensional 16:9, bentang layar 5.2 inci, dan resolusi definisi tinggi, A71 (2018) tampak tidak menunjukkan hal yang spesial. Tapi jika ditimbang dari banderol harganya, semua hal tersebut tentu menjadi poin plus yang bisa didapatkan pengguna dari A71 (2018).
Ponsel ini juga memiliki pengaturan yang cukup lengkap terkait layar. Pengguna diberikan pilihan untuk mengatur tingkat kecerahan secara manual maupun otomatis sesuai dengan kondisi pencahayaan di sekitar saat ponsel digunakan. Tersedia pula pilihan untuk mengatur karakter temperatur warna yang tertampil di layar.
Tak kalah menarik adalah fitur Night Shield yang saat diaktifkan akan mengurangi tingkat cahaya biru yang keluar dari layar, demi membuat tampilan menjadi lebih nyaman bagi mata terutama saat digunakan malam hari.
Color OS Terbaru
Seperti halnya ponsel-ponsel terkini dari OPPO termasuk A83 yang PULSA uji sebelumnya, A71 (2018) pun telah menggunakan ColorOS paling update, yakni versi 3.2.
Seluruh aplikasi yang terpasang, baik secara default maupun ditambahkan oleh pengguna pada ponsel ini, tersaji langsung di panel homescreen. Tidak ada app drawer yang menjadi ciri Android sejak awal, atau seperti yang umumnya ada pada ponsel Android.
Yang juga berbeda dari interface standar Android adalah sajian notification panel dan control center pada ColorOS. Notifikasi yang masuk memang tetap bisa diakses dengan mengusap layar dari bagian atas, namun penempatan control center atau akses pengaturan cepat seperti wifi, Bluetooth, sambungan data dan sebagainya dipisahkan, serta bisa diakses dengan swipe dari arah bawah mulai  area tombol navigasi.
Color OS milik A71 (2018) pun membawa sejumlah fitur yang jadi langganan muncul di ponsel-ponsel besutan OPPO dari segala kelas harga. Diantaranya fitur Clone Apps yang memungkinkan sistem untuk menduplikasi aplikasi tertentu sehingga pengguna bisa memiliki 2 aplikasi yang sama dalam satu ponsel. Umumnya fitur ini digunakan untuk menggandakan aplikasi chat yang tidak mendukung dual-login atau dual account seperti WhatsApp dan sejenisnya.
OPPO bahkan menyediakan OPPO Appstore sebagai alternatif Playstore milik Android dan Theme Store untuk melakukan personalisasi tampilan yang sesuai dengan karakter atau kepribadian pengguna.
Yang juga menarik perhatian adalah fitur lockscreen magazine. Fitur ini membuat tampilan lockscreen milik A71 (2018) jadi lebih cantik dan fungsional. Wallpaper pada homescreen akan berubah setiap kali pengguna menyalakan layar. Bukan hanya itu, masing-masing gambar yang tertampil berkaitan dengan informasi yang tertampil di area bawah layar. Pengguna juga bisa mengakses control center, notification tray dan kamera dari lockscreen.
Plus-Minus Fitur Keamanan
Berkaitan dengan fitur keamanan, ponsel ini punya dua sisi berseberangan. Keunggulan di sektor keamanan diantarnya berkat kehadiran fitur App Lock, Kid Space dan Smart Lock.
App Lock memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan kunci berupa enkripsi  untuk aplikasi tertentu yang bersifat sensitif seperti misalnya Sosial Media, aplikasi E-Banking, E-Commerce dan semacamnya. Hal ini membuat aplikasi-aplikasi tersebut menjadi lebih sulit untuk disalahgunakan oleh orang lain yang meminjam ponsel ini atau kebetulan menemukannya.
Kemudian A71 juga dilengkapi Kid Space, yang sangat berguna bagi Anda yang kerap meminjamkan ponsel kepada anak sebab fitur ini akan menetapkan aturan-aturan tertentu saat ponsel digunakan oleh anak. Jika diaktifkan, fitur ini akan membatasi durasi waktu penggunaan, aplikasi apa saja yang bisa dijalankan hingga pembatasan penggunaan data selular. Fitur ini juga akan mencegah ponsel untuk mengirimkan SMS berbayar. Tak hanya itu, fitur ini dapat menghalangi anak untuk memodifikasi sistem seperti melakukan penambahan atau menghapus aplikasi.

Yang juga menarik adalah fitur Smart Lock yang akan mempelajari keadaan sekitar ponsel kemudian menon-aktifkan pengunci layar pada kondisi tertentu agar akses untuk penggunaan ponsel bisa lebih cepat. Pengguna bisa memilih ponsel untuk tidak mengunci layar selama ponsel tidak diletakkan atau misalnya berada di lokasi tertentu, misalnya di rumah.
OPPO A71 (2018) juga dilengkapi dengan fitur secure keyboard yang secara otomatis akan mengenali saat pengguna mengetik informasi sensitif seperti password dan kemudian akan mencegah informasi tersebut dari kebocoran.
Sayangnya OPPO A71 (2018) tidak memberikan variasi dalam metode penguncian layar. Ketiadaan fitur fingerprint unlock masih bisa dimaklumi karena absennya modul pemindai sidik jari demi menekan harga. Namun sayangnya pilihan face unlock juga tidak disediakan, padahal fungsi tersebut bisa memanfaatkan keberadaan kamera depan yang dimilikinya. Pengguna bahkan harus puas dengan pilihan passcode saja, tanpa adanya pilihan pola (pattern) atau password.
Kamera Standard
Sebagai ponsel yang melayani kelas mid-low  yang umumnya dihuni oleh pengguna di usia muda, A71 (2018) tentunya membekali sektor kamera dengan sejumlah mode dan fitur menarik.
Untuk kamera depan, A71 (2018) ini dibekali kamera 5 megapiksel dengan bukaan F/2.4. Ada 5 pilihan mode utama bagi kamera depan ini, diantaranya time-lapse, video, foto, beauty dan panorama.
Pengguna juga bisa mengaktifkan fitur depth effect untuk menghasilkan foto selfie yang artistik dengan latar belakang blur atau yang populer disebut efek bokeh. Jika pencahayaan redup saat berfoto dengan kamera depan, maka pengguna bisa memanfaatkan bantuan cahaya dari layar (screen flash).
Beralih ke kamera belakang, pilihan mode utama pun nyaris persis. Hanya ada tambahan mode expert yang memberikan pengguna pilihan untuk mengatur white balance, exposure value (EV), ISO, shutter speed dan titik fokus secara manual.
Tersedia pilihan rasio foto yang diinginkan dari jepretan kamera utama ponsel ini. Pilihan rasio ini pula yang secara tidak langsung berperan sebagai penentu resolusi hasil foto.
Dalam pilihan rasio standar (3:4) kamera utama menghasilkan foto dengan resolusi maksimalnya, yakni 13 megapiksel (3120x4160), sementara jika memilih rasio square (1:1) maka resolusi foto yang dihasilkan adalah 9,7 megapiksel (3120x3120) dan pada rasio full screen (16:9) maka hasil fotonya juga berada pada resolusi 9,7 megapiksel (2340x4160).



Hasil kamera belakang - indoor


Hasil kamera belakang - outdoor

Ganti Chipset, Kinerja Superior
Chipset bisa dikatakan sebagai satu-satunya sektor yang menjadi pembeda antara A71 (2018) dengan generasi sebelumnya yang hanya terpaut beberapa bulan saja. Jika sebelumnya OPPO menggunakan chipset besutan MediaTek bagi A71 versi pionir, kali ini OPPO memilih chipset milik Qualcomm.
Di atas kertas, setiap inti prosesor yang tertanam pada Snapdragon 450 yang kini digunakan A71 (2018) punya kecepatan yang superior hingga 20% dibandingkan milik MT6750 (8x1.5 GHz berbanding 8x1.8 GHz). Skor yang didapatkan pada aplikasi benchmark oleh kedua produk “beda generasi” ini pun menunjukkan perbedaan kinerja yang nyata. A71 (2018) jelas mengungguli seniornya di setiap aplikasi yang PULSA gunakan untuk pengujian.
Tak hanya masalah performa, perubahan dari MediaTek ke Qualcomm juga boleh dikatakan menjadi kabar baik bagi pengguna yang berencana menggunakan ponsel ini dalam jangka waktu yang panjang. Sebab seperti sudah awam diketahui, produk yang menggunakan chipset buatan MediaTek umumnya memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mendapatkan update software ke versi lebih anyar.
Di sisi lain, kapasitas RAM, memori internal, dan daya baterai yang dimiliki A71 (2018) masih identik dengan versi sebelumnya. Untuk faktor yang disebutkan terakhir yakni baterai, kapasitas daya yang sama untuk mendukung prosesor yang clockspeed-nya lebih tinggi tentu membuat A71 (2018) menjadi lebih cepat kehabisan daya dibanding pendahulunya.
Hal ini sangat terasa saat ponsel ini kami uji bermain game. Dalam durasi 1 jam, A71 versi sebelumnya hanya kehilangan 6% daya baterai, sementara ponsel ini harus kehilangan 16%. Hal ini tentu tidak berlaku umum, sebab bisa jadi ada faktor x yang membedakan situasi selama pengujian, misalnya kualitas sinyal dan aplikasi yang berjalan di background selama diuji dan tentunya intensitas dan kualitas grafis game yang dimainkan.

Kesimpulan
Memperbarui sebuah tipe produk hanya dalam jangka waktu 5 bulan saja, jelas bukan langkah yang umum dilakukan vendor. Hal ini mengundang pertanyaan akan alasan yang memicunya.
Jika harus berspekulasi, setidaknya ada 2 kemungkinan. Bisa jadi generasi sebelumnya begitu sukses di pasaran hingga vendor berusaha memanfaatkan momentum, atau justru ada kesalahan pada produk sebelumnya yang harus sesegera mungkin diperbaiki.
Apapun alasan OPPO, sepertinya keputusan me-”reinkarnasi” A71 menjadi keputusan yang tepat. Versi terkini jelas menjadi pilihan yang ekstra menarik karena bukan hanya kinerjanya yang meningkat, namun banderol harganya justru ditekan ke level yang lebih bersahabat.

Share:

Spesifikasi Lenovo S5, 'Pembunuh' Xiaomi Redmi Note 5 Terungkap Jelas

Lenovo dikabarkan tengah bersiap untuk meluncurkan smartphone yang diklaim akan menjadi ‘pembunuh’ Xiaomi Redmi Note 5. Smartphone dimaksud tak lain adalah Lenovo S5.
Menurut spekulasi yang beredar, Lenovo S5 akan diluncurkan pada tanggal 20 Maret nanti. Adapun saat ini, bocoran dari spesifikasi yang akan disandang smartphone kelas menengah yang disiapkan Lenovo ini telah menyeruak di jagat maya.

Disebutkan Lenovo S5 akan dilengkapi dengan engine smart AI. Beberapa fitur yang akan diangkut smartphone ini di antaranya fitur pengenalan wajah, pembayaran yang aman, baterai tahan lama, dan ZUI versi terbaru.
Adapun untuk spesifikasinya, S5 yang di TENAA tertuis sebagai Lenovo K520 ini akan diracik dengan layer 5.65 inci FHD+, prosesor octa-core berkecepatan 2 GHz, pilihan RAM 4/6GB, dan memori internal 32/64GB, menjalankan Android 8.0 oreo, dan didayai baterai 3000 mAh.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Lenovo berencana memasuki pasar smartphone di Tiongkok, lantaran lini produk Moto yang nampak kurang terkenal di negeri tersebut. Smartphone Lenovo disebut akan datang mengusung antarmuka hasil custom bernama ZUI.
Apakah kehadiran Lenovo S5 bisa mengimbangi Xiaomi Redmi Note 5 kita lihat saja.
Share:

Asiiikk! 5 Smartphone Baru Ini Bakal Hadir di Pasaran Handphone Terbaru

Market ponsel tanah air bakal semakin bergairah dengan hadirnya smartphone terbaru yang akan segera beredar. Informasi yang didapat PULSA, dalam waktu dekat ini setidaknya akan ada 5 smartphone anyar yang siap bertarung di pasaran.
Tiga diantaranya merupakan produk besutan Huawei yakni Honor 9 Lite, Honor 7X dan Honor View 10. Ketiganya menyasar segmen berbeda, dan tentunya dibekali spesifikasi kekinian. Dua smartphone lainnya menurut bocoran yang beredar ditempatkan oleh OPPO yang akan menggelontorkan F7 dan Vivo yang akan merilis V9. Menariknya, jika OPPO terkesan masih menutup-nutupii perangkat barunya tersebut, Vivo justru sudah mulai mengumbar smartphone selfie terbarunya yang menurutt rencana akan diperkenalkan pada even yang berlangsung akhir Maret nanti di Yogyakarta. 
Apa saja hal yang menarik dari smartphone terbaru tersebut? Simak ulasan singkatnya berikut ini.
1. Oppo F7
Belum banyak bocoran spesifikasi serta fitur yang akan di tawarkan oleh Oppo F7 guna memikat pecinta ponsel selfie tanah air. Namun, dari sedikit bocoran yang terungkap beberapa waktu Oppo F7 akan dibekali oleh layar dengan diagonal 6,7 inci serta resolusi FHD+. Tak hanya itu, ponsel ini rupanya akan hadir pula dengan desain layar berponi (notch) yang kini menjadi tren pada smartphone premium. Fitur lain yang akan ditambahkan termasuk pula real-time HDR, enhanced beauty mode dan AR Stickers. Sayangnya dalam bocoran gambar yang terungkap tidak memperlihatkan bagian depan dari sang perangkat.
2. Vivo V9
Berbanding terbalik dengan Oppo F7, kehadiran Vivo V9 di pasaran sudah diketahui khalayak ramai. Tak hanya mempromosikan perangkat ini melalui banner iklan. Namun, meski sudah banyak di umbar tampilan desainnya, spesifikasi yang di usung perangkat ini masih belum terungkap secara jelas. Smartphone ini akan menampilkan desain full screen dan notch (lekukan kecil di atas layar) yang mirip dengan iPhone X. Vivo V9 juga akan dibekali dengan fitur dual-camera utama. Adapun notch di Vivo V9 akan menjadi tempat untuk earpiece, kamera depan, dan sensor lainnya. Selain itu, Vivo V9 dikabarkan akan digawangi oleh prosesor besutan Qualcomm yakni Snapdragon 660 Octa Core 2,2 GHz Cortex A53, RAM 6 GB, Internal Storage 64 GB yang support SD Card hingga 256 GB, GPU Adreno 512, dan juga baterai 3.500 mAh yang dilengkapi fitur pengisian cepat alias fast charging.
3. Honor 9 Lite
Tak seperti Oppo F7 dan Vivo V9 yang masih belum diketahui detail spesifikasi yang ditanamkan, Honor sudah mengumbar detail spesifikasi serta fitur smartphone yang bakal di rilis dalam waktu dekat. Untuk Honor 9 Lite, smartphone ini dikemas dengan bodi berdimensi 151 x 71.9 mm dan memiliki bobot 149 gram. Smartphone dikemas dengan panel kaca 2.5D di bagian belakang dan belakangnya. Layar smartphone memiliki ukuran 5.65 inci berjenis IPS LCD dan memiliki resolusi 2160 x 1080 piksel (FHD+) dengan rasio 18:9. 
Sebagai penopang kinerjanya, smartphone ini ditenagai oleh chipset Kirin 659 berkecepatan 2.36 GHz dengan RAM 3GB dan storage 32GB yang tentunya dilengkapi juga dengan slot kartu microSD.
Di sektor alat pengabadi gambar, sebagaimana disebut smartphone ini datang mengemas fitur empat kamera di bagian depan dan belakang, yang sama-sama terdiri dari dual-camera 13MP + 2 MP. Di antara kemampuan yang dibawa, kamera pada smartphone ini telah dilengkapi dengan fitur PDAF, 3D Beauty, dan fotografi efek bokeh. Lantaran smartphone disajikan dengan konsep layar penuh, Honor 9 Lite pun memiliki sensor sidik jari yang ditempatkan di bagian belakang.
Honor 9 Lite akan menjalankan Android 8.0 Oreo yang telah dipermanis dengan EMUI 8.0. Dari sisi konektivitas, smartphone ini telah dilengkapi dengan kemampuan 4G LTE, Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS. Fitur lain yang juga diboyong Honor 9 Lite di antaranya intelligent battery saver, Histen 3D audio, Read More and Dynamic Wallpaper yang secara otomatis berubah sesuai dengan waktu.
4. Honor 7X
Honor 7X memiliki desain unibodi logam plus pemindai sidik jari terpasang di bagian belakang ponsel. Ponsel ini memiliki aspek rasio layar 18:9 berukuran 5,93 inci. Layar besarnya hadir dengan resolusi 2160 x 1080. Untuk mendukung kinerjanya, Honor 7X juga didukung oleh prosesor Kirin 659. RAM 4GB disiapkan oleh Huawei untuk mendampingi ruang penyimpanan internal yang berkapasitas 64GB.
Honor 7X memiliki konfigurasi pembidik gambar 16MP + 2MP. Kamera depan bersensor tunggal 8MP tertanam lengkap dengan lampu kilat LED untuk penerangan. Smartphone dual SIM hybrid dengan kapasitas microSD card maksimal 256GB ini dilengkapi pula dengan Bluetooth 4.1 dan Wi-Fi. Guna menghidupi perangkat dijejalkan pula baterai berkapasitas 3340mAh dan port jack audio 3.5mm pada ruas kiri. Honor 7X menjalankan Android 7.0 dengan balutan antarmuka EMUI 5.1. Bodi setebal 7,6mm dari ponsel ini menghasilkan bobot seberat 165g.
5. Honor View 10
Honor View 10 mengandalkan processor garapan Huawei yang sangat powerful yakni  Kirin 970, didukung dengan RAM 6GB, memory internal 128GB dan mendukung penyimpanan memori eksternal melalui MicroSD.  Smartphone yang menjalankan OS Android v8.0 Oreo ini akan menampilkan antarmuka EMUI 8.0.

Sedangkan untuk display, smartphone ini akan tercipta sebagai  smartphone layar penuh berukuran 5.99 inci dengan aspek rasio 18: 9 dan resolusi 2,160 × 1,080 piksel. Di sektor fotografi, smartphone ini hadir dengan dual kamera pada bagian kamera utamanya dan kamera depannya dibekali dengan kamera beresolusi 13MP. Untuk operasional perangkat, smartphone ini dibekali dengan baterai berkapasitas daya 3,750mAh.
Honor V10 juga sudah didukung pula oleh chip dengan teknologi kecerdasan buatan/Artificial Intelligence (AI). Ini artinya perangkat ini dijanjikan akan menawarkan kinerja yang lebih cepat dan lebih mulus daripada model sebelumnya.
Nah...Untuk yang ingin mengganti smartphone, sebaiknya menanti kehadiran jagoan-jagoan baru ini. 
Share:

Begini Cara Kerja Kamera Galaxy S9 untuk Dapatkan Hasil Gambar yang Baik, Super Canggih

Kamera menjadi fitur yang paing diunggulkan pada Samsung Galaxy S9. Berkat kemampuan kamera terbarunya, pengguna bisa mendapatkan hasil gambar yang memukau dengan aperture maksimal f/1.5  yang merupakan bukaan kamera terbesar di kelasnya.
Pada dasarnya, kamera yang ada di Galaxy S9 menggunakan aperture yang bervariasi dan bisa diatur secara otomatis dari F/2.4 ke F/1.5. Dimana bukaan kamera tersebut akan disesuaikan pada kondisi cahaya yang ada dilingkungan sekitar. Untuk mengambil gambar pada kondisi rendah cahaya, misalnya, maka bukaannya bisa diperbesar hingga mentok di f/1.5.

Nah, dari hasil membongkar Galaxy S9 yang ditayangkan di Youtube, akun JerryRigEveryhing menceritakan bahwa ada mekanisme yang diatur secara elektronik pada kamera milik Galaxy S9. Video tersebut juga mendemonstrasikan bagaimana penutup atau pengatur bukaan kamera tersebut melebar dan mengecil sesuai dengan target aperture pada kondisi lingkungan yeng berbeda.
Jadi, inilah yang membuat kamera Samsung Galaxy S9 menjadi yang terbaik untuk saat ini. Setidaknya itu menurut uji yang dilakukan oleh DXoMark dimana Samsung saat ini mengalahkan Pixel 2 dan iPhone X.
Share:

Ponsel Android Oreo (Go Edition) dengan Layar 18:9 Ini Bakal Segera Dipasarkan Segera

Diperkenalkan untuk pertama kalinya di ajang MWC 2018 lalu, smartphone Android Oreo (Go Edition), Alcatel 1X bakal segera masuk pasar. Bukan di Indonesia, smartphone hasil kolaborasi Google dan Alcatel itu diumumkan resmi di India. Seperti apa?

Sebagaimana tertera di laman fonearena, smartphone ini datang mengusung layer 5.34 inci beresolusi FWVGA+ (480 x 960  piksel) dan mengadopsi rasio 18:9.
Spesifikasi lain yang diangkut smartphone ini, di antaranya prosesor quad-core berkecepatan 1.28GHz MediaTek MT6739, GPU PowerVR Rogue GE8100, RAM 1GB, storage 16GB yang bisa diperluas via kartu microSD hingga 128GB, kamera belakang 13MP dan kamera dean 8MP. Kedua kamera smartphone ini dibekali LED flash.
Sebagaimana disebut, Alcatel 1X menjalankan system operasi Android 8.1  (Oreo Go Edition). Smartphone dengan dimensi bodi 147.5 x 70.6 x 9.15 mm dan berbobot 151 gram ini juga disokong dengan konektivitas 4G VoLTE, WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2, GPS, dan USB OTG. Di sektor penyuplai daya, smartphone dibekali baterai 2460 mAh.
Alcatel 1X akan segera dipasarkan, perusahaan juga disebut akan mengungkap berapa harga smartphone ini ketika mendarat diluncurkan nanti.
Share:

Review Infinix Zero 5: Masih PeDe Usung Layar 16:9 Melejit


Kembali menunjukkan eksistensinya di pasar Tanah Air, Infinix belum lama ini melepas satu smartphone baru, yakni Infinix Zero 5. Merangsek segmen pasar kelas menengah, smartphone ini datang dengan spesifikasi antara lain layar 5.98 inci, prosesor MediaTek Helio P25 berkecepatan 2.6 GHz, RAM 6GB, dan sebagainya.
Banderol Infinix Zero 5 sendiri ada di kisaran Rp3.499.000. Dengan harga yang bisa dikatakan tidak murah ini, tentu harapannya smartphone bisa menyajikan berbagai hal menarik guna membuat calon konsumennya kepincut. Nah, daripada penasaran, untuk mengetahui apa saja yang ditawarkan smartphone ini, yuk simak saja review-nya berikut ini.

Paket Penjualan : Handset, charger, earset, kabel data, buku manual, kartu garansi, SIM ejector, adapter USB-C to microUSB, softcase
Warna : Sandstone Black, Champagne Gold, Bordeaux Red
Harga : Rp 3.499.000


Desain
Bagi Anda para fans Infinix yang tengah menanti smartphone berdesain kekinian, di mana hadir dengan layar penuh plus rasio layar ke bodi cukup tinggi dari brand yang berkantor pusat di Hongkong ini, sepertinya siap-siap kecewa. Pasalnya, sebagai perangkat andalan terbaru, nyatanya Infinix Zero 5 belum datang dengan konsep demikian. Meski tidak bisa dibilang ketinggalan, namun mengingat banyak pesaing menebar smartphone di level harga yang sama dengan layar penuh plus memiliki rasio layar ke bodi cukup tinggi, lewat Zero 5, Infinix nampaknya sedikit melawan arus. Alih-alih disajikan dengan layar luas berasio 18:9, Infinix Zero 5 ternyata masih mengadosi layar berasio 16:9.
Imbasnya, sebagaimana dirasakan penulis ketika memegang Infinix Zero 5 untuk pertama kalinya. Jujur secara fisik, smartphone ini memang memiliki bodi cukup bongsor. Alhasil, ketika digenggam menjadi kurang kompak dan terasa kurang nyaman bila smartphone diletakkan pada saku celana. Setidaknya, itu yang dirasakan penulis. Mungkin pengalaman berbeda akan dirasakan pengguna lain, yang memiliki lebar telapak tangan di atas rata-rata.
Seperti smartphone yang belum mengadopsi layar penuh, tidak ditemukan hal istimewa dari bentuk Infinix Zero 5. Di sini kita disajikan sebuah smartphone berlayar 5.98 inci, yang dibalut bodi berformat persegi panjang dengan empat sudut tumpul. Satu hal yang perlu diapresiasi, smartphone berdimensi 166,38 x 82,38 x 7,95 mm telah dikemas dengan desain unibody plus dibalut dengan bingkai dan panel belakang menyatu berbahan metal.
Walau tidak tampil ala smartphone berlayar penuh yang biasa dikemas dengan bezel kiri-kanan dan atas-bawah yang menyempit, panel layar Zero 5 yang sudah mengadopsi kaca lengkung 2.5D plus telah dilapisi Gorilla Glass 3, setidaknya membuat smartphone ini tetap elegan dan terasa sleek ketika disentuh.


Di area muka, seperti biasa terlihat panel layar 5.98 inci mendominasi. Di atas layar, bisa ditemui sejumlah komponen seperti sensor proximity, kamera depan, dan receiver, sementara di bagian bawahnya nampak dibiarkan kosong.

Melongok area belakang, nampak jelas di bagian atas smartphone ini bertengger dua sensor kamera utama beserta lampu flash yang dikemas khusus menjadi satu bagian. Seolah ingin mempertegas salah satu kemampuan alat bidiknya, di bagian ini juga terdapat tulisan ‘Optical Zoom’ dan resolusi kamera belakangnya, yakni 12 MP Wide/13 MP Tele. Di area yang sama juga terlihat bertengger sensor sidik jari.

Menyisir area sisi, di sebelah kanan kita akan menemui adanya dua komponen berupa tombol power, tombol volume, dan slot kartu SIM.
Sementara di area sebaliknya, yakni di sisi kiri hanya terdapat slot kartu microSD.
Bila di sisi bagian atas terlihat kosong tanpa ada komponen menancap, maka hal sebaliknya akan ditemui di sisi bagian bawah. Di area ini terdapat sejumlah komponen penting, seperti lubang jack audio 3.5 mm, port USB-C, dan lubang speaker.
Layar 5.98 Inci, Full HD
Seperti sudah diulas, Infinix Zero 5 diracik dengan layar berdiagonal cukup luas, yakni 5.98 inci. Terlepas dari aspek rasionya yang ternyata masih 16:9, layar smartphone ini sudah menawarkan resolusi Full HD (1920x1080 piksel). Alhasil, dengan kombinasi ukuran dan resolusinya, layar smartphone pun mampu untuk menyajikan konten dengan ketajaman 368 ppi.
Tidak sekedar tajam, konten yang dipancarkan layar smartphone juga terlihat jernih dan menyajikan kontras yang cukup baik. Selain itu, berkat layar berjenis IPS LCD, sudut pandang smartphone juga menjadi cukup luas, di mana konten masih bisa dilihat dari sudut tertentu. Soal responsivitasnya, layar Infinix Zero 5 juga tidak ada masalah. Sementara untuk kemampuan multitouch-nya, bedasarkan pengujian diketahui bahwa layar Infinix Zero 5 bisa diakses hingga 5 titik secara bersamaan.

Sebagai salah satu komponen utama, di mana pengguna dipastikan selalu menyentuh layar ketika berinteraksi dengan smartphone, seakan ingin memberikan proteksi lebih, Infinix telah menjejali smartphone ini dengan lapisan antigores mumpuni, yakni Corning Gorilla Glass 3. Tidak sekedar membuat layar menjadi lebih tahan gores saja, lapisan ini sejatinya juga membuat layar menjadi terlihat sleek dan nyaman ketika disentuh.
Guna mendapatkan tampilan layar sesuai yang diinginkan, baik ketajaman, kecerahan warnanya, maupun aspek tampilan lainnya, Infinix Zero 5 menyediakan sejumlah opsi standar di menu Setting > Display. Ada juga fasilitas yang disebut Gesture & Smart Motion yang di dalamnya tersaji cara akses cepat ke fitur tertentu di smartphone, seperti untuk unlock layar (Tap to Wake), Quick Start, One-and mode, dan Take screenshot with 3 fingers. Adapun untuk Smart Motion, di sini pengguna dimungkinkan untuk mengaktifkan menu Wave to Unlock dan Turn Silent.
Tidak ketinggalan, lantaran didukung oleh prosesor besutan MediaTek, Infinix Zero 5 juga telah membenamkan fitur bawaan yang disebut sebagai MiraVision yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan mode gambar sesuai dengan selera.
Ada juga fasilitas yang bernama Display Size yang bisa ditemui di menu Setting > Display. Sesuai namanya, dengan fitur ini pengguna dimungkinkan untuk mengubah tampilan item di layar dengan ukuran yang disukai, yakni small, large, dan larger. Jadi, apabila pengguna kurang sreg dengan tampilan yang ditawarkan versi default, kita bisa mengubahnya untuk menjadikan item di layar lebih kecil (small) atau lebih besar (large).
XOS Hummingbird v3.0
Hampir sebagian besar vendor smartphone, khususnya yang mengusung sistem operasi Android, menyuguhkan antarmuka yang telah disesuaikan. Infinix, misalnya, sejak beberapa waktu lalu brand ini menggunakan antarmuka hasil custom yang dikenal sebagai XOS. Di seri Zero 5, Infinix menanamkan sistem operasi Android 7.0 Nougat dengan XOS Hummingbird v3.0 diatasnya.
Berkat XOS v3.0, tidak hanya membuat Infinix Zero 5 tampil lebih segar dan menyuguhkan akses smartphone lebih simple. Antarmuka terbaru ini ternyata menyajikan berbagai fungsionalitas baru. Seperti ada fitur yang disebut sebagai Freezer, yang pada dasarnya memiliki fungsi untuk ‘mengistirahatkan’ aplikasi yang tidak kita digunakan cukup lama. Intinya, aplikasi yang dibekukan nantinya tidak akan memakai sumber daya telepon dan bisa dicairkan kembali dengan hanya sekali tekan.
Selain itu, yang juga menarik dari XOS 3.0 adalah telah disertakannya sistem keamanan lebih bagi pengguna. Di menu Security, pengguna bisa mengatur akses terbatas pada aplikasi tertentu dengan menggunakan pattern maupun PIN lewat fitur Applock. Ada juga fitur Phone Finder yang di dalamnya tercakup fungsionalitas anti-theft dan find your phone. Fitur lain seperti XTheme, XShare, XClub juga cukup memperkaya apa yang disajikan oleh XOS 3.0 ini.
Tidak hanya dijejali fitur keamanan standar, seperti lewat password dan pin, smartphone ini juga menyediakan fitur keamanan tambahan berupa sensor sidik jari (fingerprint) yang terletak di bagian belakang smartphone ini.
Kamera
Bukan lagi sekedar pelengkap, kamera sudah merupakan fitur wajib pada sebuah smartphone. Tidak heran bila banyak vendor smartphone fokus menggarap sebuah produk dengan fitur kamera mumpuni dan mengikuti tren yang ada. Infinix pun nampaknya demikian, di mana lewat Zero 5, perusahaan kembali menawarkan kemampuan fotografi dengan memboyong fitur dual-camera belakang.
Sebagaimana tertulis di area tempat kamera belakang berada, secara tegas Infinix mendeklarasikan Zero 5 membawa dua sensor kamera, masing-masing memiliki resolusi 12 MP Wide dan 13 MP Tele. Sesuai dengan istilah yang digunakan, kedua lensa ini memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain.
Intinya, berbekal dua lensa yang berbeda tadi, smartphone sudah mengakomodasi pengguna yang hobi menjepret objek dengan efek magis berupa latar belakang blur (buram). Dengan resolusi yang ditawarkan, hasil bidik kamera belakang Infinix Zero 5 sih tergolong cukup baik, dalam arti dari sisi ketajaman maupun sajian warna yang dihasilkan.
Untuk menghasilkan foto dengan efek bokeh pun tidak perlu ribet melakukannya, cukup aktifkan mode Potrait pengguna pun sudah bisa membidik objek dengan efek magis. Nah, menariknya bila objek foto bokeh yang kita bidik masih belum sreg, kita masih dimungkinkan untuk mengubah fokus pada foto yang sudah kita bidik.
Lebih dari sekedar fitur pelengkap, kamera depan Infinix Zero 5 nampaknya siap menjawab berbagai tuntutan utamanya bagi mereka yang suka selfie. Tidak hanya resolusinya saja yang sudah 16 MP, fasilitas yang ditawarkan, mulai dari mode Beauty (maksimal 9 level beauty) hingga kemampuan mengambil foto bokeh siap memanjakan penggunanya.
Berbekal sensor beresolusi 16 MP, hasil bidik kamera depan Infinix Zero 5 tidak mengecewakan di mana foto hasil jepretan tergolong cukup tajam.
Hasil kamera belakang - Indoor
Hasil kamera belakang - outdoor 1
Hasil kamera belakang - outdoor 2
Bagi yang suka selfie, kamera depan Infinix Zero 5 sepertinya sudah menjawab kebutuhan untuk itu. Belum lagi fitur yang ditawarkan lainnya, yang membuat kita leluasa untuk memperoleh hasil jepretan sesuai keinginan.
MediaTek Helio P25 dan RAM 6 GB
Mengikuti jejak pesaingnya di kelas yang sama, di sektor dapur pacu Infinix Zero 5 juga mengandalkan chipset buatan MediaTek. Secara detil, kinerja Infinix Zero 5 akan ditenagai dengan prosesor MediaTek Helio P25 yang memiliki konfigurasi chip octa-core Cortex-A53 up to 2.6 GHz plus ditandem pengolah grafis Mali-T880.
Menariknya, selain mengusung chip octa-core sebagaimana disebut di atas, Infinix Zero 5 juga dijejali dengan memori RAM cukup lega, 6 GB. Memori internal smartphone juga tergolong memadai, dengan kapasitas 64 GB yang bisa diperluas via kartu microSD hingga 128 GB dengan slot yang disediakan khusus di bagian sisi kiri smartphone.

Berbekal spesifikasi pendukung performa tadi, secara keseluruhan kinerja smartphone tergolong cukup mumpuni untuk menangani berbagai aktivitas yang biasa dilakukan pengguna lewat smartphone. Kinerja apik yang disajikan smartphone ini pun dirasakan penulis ketika melakukan berbagai aktivitas seperti berkomunikasi, akses internet dan jejaring sosial, hingga bermain game.
Ketika digunakan untuk main game relatif berat, kinerja Infinix Zero 5 tergolong stabil dan tidak kedodoran. Alhasil, permainan pun bisa dinikmati dengan cukup baik. Dengan layar yang tergolong luas, pengalaman yang digunakan ketika melakukan aktivitas ini juga sangat mengasyikkan.

Penasaran dengan kinerjanya, berdasarkan uji benchmark yang PULSA lakukan menggunakan software AnTuTu, skor Infinix Zero 5 berada di kisaran 84872. Angka tersebut tentu tidak terlalu buruk untuk smartphone yang ada di kelasnya.


Silakan lihat table tersaji untuk mengetahui hasil benchmark lengkap smartphone ini.
Satu hal yang juga menarik disajikan smartphone ini datang dari sektor penyuplai daya. Yup, Infinix Zero 5 telah membenamkan baterai berkapasitas cukup besar, yakni 4350 mAh. Dengan kapasitas baterai sebesar ini, di atas kertas smartphone bisa menemani pengguna dalam waktu yang cukup lama dalam satu kali pengecasan. Sedikit menyoal kinerja baterainya, ketika digunakan untuk bermain game HD, dalam waktu satu jam daya baterai terkuras hingga 19%. Adapun untuk aktivitas lainnya, seperti menonton video HD, daya baterai hanya terkuras 9% dalam kurun waktu yang sama.

Kesimpulan
Merangsek segmen pasar kelas menengah, Infinix membanderol smartphone barunya ini dengan harga Rp3.499.000. Alih-alih mengadopsi layar beraspek rasio 18:9, dengan kategori harga yang tidak murah, smartphone ini ternyata masih menyuguhkan layar 16:9. Mungkin untuk pengguna yang tidak terlalu mempedulikan tren yang berkembang, hal ini sejatinya tidak terlalu jadi soal. Sebaliknya untuk konsumen yang memiliki sense yang tinggi dengan tren yang berkembang, tentu hal ini akan sedikit menjadi catatan.
Untungnya sih, meski belum menyuguhkan layar ‘kekinian’ berasio 18:9, ada sejumlah aspek lain dari Infinix Zero 5 yang bisa menutupi sedikit kekurangannya itu. Misalnya, dari sisi jeroan, smartphone ini sudah dikemas dengan prosesor octa-core yang ditandem dengan RAM 6GB, serta memiliki baterai berkapasitas besar dan fitur kamera mumpuni. Jangan lupa, layar smartphone juga sudah dilapisi Corning Gorilla Glass 3. Punya sejumlah kelebihan, tentunya membuat Infinix Zero 5 tetap bisa menjadi opsi menarik di kelasnya. Setuju?

Share:
Copyright © 2018 thalitapulsasukses | Thalita Pulsa | Thalita Reload Design by thalitapulsasukses