Web Promosi Mitra Thalita Pulsa dot Com

Bermain-main dengan Keyboard, Teks dan Gambar di iPhone keren

Apabila Anda termasuk pengguna iPhone yang sudah mengupdate versi iOS nya ke 11.2, maka tulisan ini bisa jadi akan membantu Anda mengoptimalkan perangkat yang digunakan. Atau bisa jadi, Anda sudah familiar dengan tips berikut dan menggunakannya sehari-hari.
Tanpa banyak pembukaan, kita langsung saja ke fitur-fitur yang terkait teks dan messaging. Kita mulai dengan keyboard.

1.    Trik Penggunaan Keyboard: One Hand Mode
Sudah jauh lebih dulu dari pengguna iOS, Android dengan custom ROM atau aplikasi pihak ketiga memungkinkan kita untuk mengetik dengan mudah. Lewat mode one hand, dimana keyboard bisa digeser ke arah yang lebih dekat dengan tangan pengguna. Bagaimana dengan iPhone?
Sebenarnya di iPad sudah ada fitur yang lebih keren sejak beberapa tahun lalu. Meskipun tidak sama persis, tapi pengguna bisa membelah keyboard menjadi dua agar lebih dekat dengan tangan yang memegang iPad. Karena layar iPad lebar, maka hal ini dianggap menyelesaikan masalah.
Masalahnya fitur tersebut tidak hadir di iPhone. Dengan semakin berkembangnya ukuran iPhone, terutama yang belakang namanya ada kata Plus, maka mengetik dengan satu tangan sudah dianggap menyulitkan. Eits tenang, di iOS terbaru hal ini sudah diperbaiki.
Jika Anda mengetik menggunakan keyboard bawaan iOS, baik keyboard berbahasa Indonesia, Inggris atau Jepang sekalipun, maka Anda bisa menggunakan one-hand mode ini dengan mudah.
Caranya, tekan ikon bola dunia agak lama, sehingga muncul jendela pilihan keyboard, nah kalau kita perhatikan ke yang paling bawah, di situ ada gambar keyboard dengan tanda panah ke kanan dan ke kiri.
Tergantung tangan mana yang Anda gunakan untuk mengetik dengan satu tangan, kanan atau kiri, maka solusi ini berhasil mengurangi beban pada jempol untuk tidak meraih tombol terjauh dengan susah payah lagi. Sederhana bukan?



Fitur ini tidak ada di keyboard-keyboard pihak ketiga, semisal G-Board yang kami gunakan di iPhone kami. Jadi untuk merasakan enaknya one hand mode, Anda mesti mengganti keyboard dengan keyboard bawaan iOS.
Cara menambah keyboard pihak ketiga dan menambah keyboard iOS dengan bahasa berbeda sudah pernah kita bahas berkali-kali. Tapi secara singkat, kita bisa melakukannya lewat pilihan Setting > General > Keyboard > keyboards dan dari sana Anda bisa menambahkan atau mengurangi keyboard yang dipakai.


2.    Drag-Drop Teks
Bagi penulis seperti kami, kebutuhan editing teks sangatlah penting dan iOS teranyar ini, setidaknya telah memberikan apa yang selama ini kita butuhkan, kemampuan drag dan Drop. Kadang saat membaca ulang tulisan kita, dirasa ada yang perlu dipindahkan. Atau ada satu paragraf yang seharusnya ada di bawah, justru ditulis di atas.
Nah dulu kita melakukannya dengan cara cut/paste. Ga salah sih. Dan juga ga banyak perbedaan di sisi waktu yang dibutuhkan. Tapi dengan Drag/Drop kita diberi pilihan untuk bisa melihat detil teks yang lengkap tanpa harus kehilangan teks sebelumnya.
Caranya, kita pilih teks yang mau dipindahkan. Seperti biasa dengan tekan di salah satu kata, lalu memanjangkan kursor agar semua yang ingin dipindahkan terhighlight. Lalu tekan lama bagian yang terhighlight tadi hingga terangkat dari tempatnya. Lalu geser ke tempatnya yang kita inginkan.
Apabila lokasi target berada jauh di bawah maka seperti biasa kita geser ke bawah hingga otomatis halaman bergerak dengan sendirinya ke bawah.
3.    Mark Up untuk Berkomunikasi
Pada pembahasan fitur-fitur iOS 11, fitur ini sempat disinggung. Tapi untuk tulisan kali ini, kami sengaja akan membahasnya lebih ke pengaplikasian sehari-hari. Teman saya, pengusaha katering sudah memanfaatkan fitur Mark Up sebagai foto editor untuk memperlihatkan menu mana yang bernama apa. Itu adalah contoh penerapan yang menarik.
Kali ini, kita kan membahas Mark Up untuk melakukan komunikasi dua arah. Semisal layouter dengan Redaktur, atau Desainer dengan Kliennya. Apapun bentuk file yang terkirimkan di antara mereka, bisa jadi jpeg, yang tersimpan di Photos, melalui kiriman WhatsApp atau email, bisa jadi file lain semisal png, pdf bahkan dokumen.
Ketika pihak klien atau redaktur ingin memberikan pesan terhadap desain yang dikirimkan layouter atau desainer grafis, maka kita bisa dengan mudah mengedit gamabr dan dokumen tadi dengan markup. Caranya: buka gambar tadi, tekan edit, lalu klik tanda titik tiga di pilihan paling kanan untuk memunculkan pilihan markup. Tekan markup.
Di situ kita akan menemukan tool berupa drawing tool yang terdiri dari gambar spidol, marker dan pensil. Gunakan salah satu tool ini sesuai kebutuhan. Untuk memberi tanda di teks misalnya, gunakan marker. Untuk membuat lingkaran atau teks, Anda bisa gunakan pilihan yang tersedia, lewat tanda PLUS di pilihan paling kanan.
Termasuk di dalamnya tanda panah. Anda bisa mengganti warna garis dan marker ini dengan menekan tombol warna. Dan jika sudah selesai, silakan klik done.
Share:

Wow! iPhone X Berlapis Emas Dijual Segini dahsyat

iPhone X yang merupakan iPhone edisi khusus ulang tahun iPhone ke-10, menjadi barang mewah ditangan perusahaan pembuat perhiasan dan gadget premium yang berbasis di Rusia, Caviar. Bagaimana tidak? Caviar memperkenalkan iPhone X edisi Gold. Ya, casing yang benar-benar berlapis emas  murni 24 karat, bukan hanya berwarna emas.

iPhone X berlapis emas murni 24 karat tersebut hadir dalam dua versi yang  disebut Classic Gold dan Classic Liquid Gold. Adapun Classic Gold dipatok seharga USD 4.510 (Rp60 jutaan), sementara varian Classic Liquid Gold akan dibanderol dengan USD 4.805 (Rp64 jutaan).
Kedua handset iPhone X edisi mewah buatan Caviar ini  akan tetap dihiasi dengan "simbol apel legendaris" khas Apple, dan seluruh bodinya dilapisi dengan bahan emas  murni 24karat. Sementara itu, spesifikasi di dalamnya, sama persis dengan iPhone X versi aslinya.
Penjualan iPhone X edisi Caviar ini  sudah dimulai hari ini (14/3 2018), dan Anda bisa memesan dan memperoleh informasi lebih lanjut melalui tautan yang disebutkan pada bagian bawah.
Share:

Apple Akuisisi Layanan Majalah Digital Marge

Apple pada hari Selasa (13/3 2018) kemarin secara resmi telah mengakuisisi layanan berlangganan majalah digital Texture. Texture sendiri hingga kini telah mewadahi lebih dari 200 majalah global yang terbit dari berbagai penjuru dunia. Layanan berbayar ini akan memberi pengguna akses tak terbatas ke judul topik dan kategori favorit pengguna dengan biaya bulanan USD 9,99 / bulan (Rp140 ribuan).

Anda juga akan mendapatkan akses atas sejumlah majalah populer terbitan Amerika Serikat seperti The New Yorker, People, Time dan GQ.
Disebut sebagai  "Netflix of the magazine",  Texture membawa lebih dari 200 majalah terbaik di seluruh dunia ke dalam satu wadah, dan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk membaca berita-berita  berkualitas tinggi berdasarkan kategori yang diinginkan.
Senior Vice President Software and Internet Service Apple, Eddy Cue memaparkan bahwa perusahaannya sangat antusias dan bersemangat untuk mengakuisisi Texture. Apple menilai bahwa Texture adalah layanan langganan majalah digital  yang sangat mengesankan yang mewadahi banyak penerbit surat kabar terkemuka dari seluruh dunia.
"Kami berkomitmen terhadap jurnalisme berkualitas dari sumber terpercaya dan memungkinkan surat kabar  digital dapat  terus memproduksi berita yang berkualitas dan dirancang dengan cara yang menarik dan memudahkan untuk pengguna." Imbuhnya.
Pemilik beserta tim Texture yang terdiri dari Conde Nast, Hearst, Meredith, Rogers Media dan KKR, juga ikut menyambut baik proses akuisisi ini. CEO Texture, John Loughlin juga mengatakan bahwa pihaknya optimis dengan masa depan Texture pasca akuisisi tersebut.
Namun sejauh ini belum diketahui bagaimana Apple akan mengemas layanan Texture ke depannya pada perangkat berbasis iOS. Belum jelas pula apakan ia juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan konten dari aplikasi berita milik Apple bernama Apple News Apps.
Sejak diluncurkan pada tahun 2010, Texture telah menjadi layanan media digital berlangganan multi-judul  yang sangat  terkemuka, dan memberi pengguna kemampuan untuk langsung mengakses beberapa majalah digital yang paling banyak dibaca dari seluruh dunia. 
Share:

Stephen Hawking Tutup Usia, Sempat Bikin Aplikasi Buat Mencari Alien mustahil

Berita duka datang dari dunia ilmu pengetahuan dan sains. Pasalnya, ahli fisika Stephen Hawking tutup usia pada hari Rabu (14/3 2018) dini hari dalam usia 76 tahun. Kabar ini pertama kali disampaikan oleh Lucy Robert, dan Tim yang merupakan anak dari Hawking.

Selama ini beliau dikenal sebagai ilmuwan hebat dan tokoh besar  yang mencetuskan berbagai  ide dan warisannya diteruskan selama bertahun-tahun di dunia ilmu pengetahuian. Dari sekian banyak proyek ilmiah yang telah ditelurkan oleh Hawking, pernah Anda mengetahui bahwa beliau ternyata pernah menggarap proyek yang sangat luar biasa yang menyangkut penggunaan smartphone berbasis OS Android?
Stephen Hawking dan pengusaha sekaligus ilmuwan teknologi kosmitologi yang berdomisili di Rusia bernama Yuri Milner di tahun 2015 pernah meluncurkan sebuah proyek ilmiah terbesar dalam pencarian kehidupan alien yang hidup di antariksa hanya menggunakan perangkat smartphone berbasis OS Android.
Meski terdengar agak “gila” dan tidak masuk akal, namun nyatanya  inisiatif ini  adalah proyek yang sangat besar yang bernilai hingga USD 100 miliar!
Proyek Hawking dan Milner ini menggunakan dua teleskop paling kuat di dunia untuk memindai kehidupan di seluruh alam semesta yakni Teleskop Parkes di New South Wales dan Robert C. Byrd Green Bank Telescope di West Virginia.
Teleskop tersebut begitu kuat sehingga bisa mengamati sepuluh kali lebih banyak galaksi dengan lebih akurat. Teleskop ini sangat sensitif sehingga bisa mendeteksi emisi laser 100 watt, atau bola lampu rumah tangga biasa dari jarak 25 mil.
Tapi apa yang membuat proyek ini begitu keren adalah Hawking dan Milner yang akan membantu Anda untuk  menemukan kehidupan lain di planet bumi. Melalui aplikasi BOINC, bukan tidak mungkin bisa membantu  “pemburu- pemburu” Alien memberdayakan smartphone Android mereka untuk memproses data yang dikumpulkan oleh teleskop.
Aplikasi yang terinstal di smartphone Android hanya berfungsi saat  smartphone tersambung dengan koneksi internet melalui  WiFi, sehingga tidak menghabiskan masa pakai baterai dan juga akan menghemat data seluler.
Kelemahannya adalah aplikasi ini hanya tersedia untuk pengguna smartphone berbasis OS  Android. BOINC juga bisa dijalankan di sistem PC, Mac, atau perangkat berbasis  Linux. Seperti dengan aplikasi yang dijalankan di smartphone Android, BOINC hanya berjalan menggunakan downtime komputer Anda untuk memproses data.
Sedangkan aplikasi yang digunakan  oleh BOINC  ( Berkeley Open Infrastructure for Computer Networking) yang sudah digunakan di seluruh dunia ilmiah untuk mengurutkan dan memproses informasi. Aplikasi ini juga bersanding dengan SETI@home yang diciptakan sebagai perangkat satelit untuk pencarian kehidupan di luar bumi.
Sayangnya, Hawking keburu menghembuskan napasnya sebelum proyek yang digagasnya tersebut membuahkan hasil. Selamat jalan, Stephen Hawking…
Share:

AnTuTu Rilis Daftar 10 Smartphone Terbaik di Bulan Februari 2018, Apa Saja? simak

AnTuTu yang merupakan produk benchmarking teratas untuk perangkat mobile telah merilis daftar 10 smartphone berkinerja tertinggi di dunia untuk periode bulan Februari 2018. Daftar ini didasarkan pada model yang mencetak poin tertinggi pada benchmark AnTuTu pada bulan Februari tahun ini. Kira-kira smartphone apakah yang menempati posisi tertinggi?

Sebenarnya peringkat AnTuTu ini adalah peringkat kedua yang dirilis semenjak versi 7 diluncurkan menggantikan versi lawas 6 yang sekaligus mengubah secara total metode pengumpulan skor untuk menilai kinerja sebuah perangkat. Adapun untuk daftar peringkat yang pertama telah dirilis lebih dulu pada bulan Januari lalu.
Dari hasil perbandingan dengan daftar bulan lalu, nyatanya tidak banyak perubahan yang ditunjukkan. Sayangnya peringkat yang dirilis ini hanya untuk smartphone Android tanpa menyertakan perangkat buatan Apple.
Huawei Mate 10 tetap bercokol di posisi teratas yang disusul pada posisi kedua oleh Huawei  Mate 10 Pro. Kedua model tersebut didukung oleh chip Kirin 970 yang merupakan prosesor garapan Huawei sendiri. Huawei Mate 10 memiliki skor AnTuTu sebesar  214750, sedangkan Mate 10 Pro terdaftar dengan perolehan 214707.
Berdiri di posisi ketiga adalah Huawei Honor View 10 dengan skor 213.758. Sementara itu, peringkat keempat diduduki oleh OnePlus 5 dengan perolehan nilai 211.210 poin. Berada pada posisi kelima terdapat OnePlus 5T dengan skor 211.029.
ZTE Nubia Z17 menempati nomor 6 dengan 208.654 poin. Posisi ZTE Nubia Z17s mengungguli Xiaomi Mi Mix2 dengan skor 207.502 poin sehingga membuatnya berada pada urutan ke-7.
Adapun dua perangkat papan atas dari Xiaomi yakni Mi 6 dan Mi Mix 2 masuk dalam urutan ke 8 dan 9. Sedangkan Samsung  Galaxy Note 8 harus puas untuk menampati posisi ke 10 dengan pencapaian skor 203.260 poin.
Jika Anda perhatikan, ada sedikit perubahan di daftar Top 10 benchmark AnTuTu tersebut.  Samsung Galaxy S8 + berada di posisi 10 besar untuk periode bulan Januari 2018, namun dengan masuknya ZTE Nubia Z17s langsung membuat smartphone Samsung tersingkir dari daftar.
Samsung Galaxy S9 yang baru diluncurkan akhir Februari tentu saja belum masuk dalam daftar mengingat ia baru akan dipasarkan pada pertengahan bulan Maret ini. Boleh jadi perangkat paling gres dari vendor Korea Selatan tersebut akan jadi yang teratas pada daftar yang akan dirilis untuk bulan Maret nantinya. 
Share:

Alasan Sony Tinggalkan Jack Audio 3.5mm di Xperia XZ2 lebih modern

Sony selama ini dikenal handal dalam mengemas ponsel pintar buatannya yang memiliki berbagai fitur yang mumpuni. Terlebih lagi dengan adanya sistem audio yang tak kalah berkualitas. Bagi sebagian besar penggemar musik, langkah Sony untuk menghilangkan dukungan audio jack di Sony Xperia XZ2 dan Xperia XZ2 Compact tentu sangatlah disayangkan.

Lalu apa alasan Sony sebenarnya menghilangkan dukungan jack audio 3,5mm yang masih sangat populer digunakan?
Sony melalui forum tanya jawab di situs resmi Sony Mobile akhirnya buka suara mengapa mereka harus melepas dukungan jack headphone 3.5mm untuk Xperia XZ2 dan XZ2 Compact. Sebuah FAQ baru-baru ini yang diterbitkan oleh Sony menjelaskan bahwa jack headphone 3,5mm  terpaksa dihilangkan  untuk mengakomodasi desain 'Ambient Flow'  di smartphone Sony Xperia generasi terbaru.
Tak hanya itu, Sony juga dengan menghentikan dukungan jack audio 3,5mm di Sony Xperia XZ2 dan Xperia XZ2 Compact juga berupaya ikut serta dalam tren pasar utama menuju teknologi nirkabel.
Namun sepertinya hal ini hanyalah alasan yang diberikan oleh  Sony. Pasalnya, Sony bisa saja membuat cukup ruang untuk tetap mempertahankan jack audio 3,5mm  jika Sony memang benar-benar menginginkannya tetap ada di jajaran  smartphone terbarunya.
lagi pula banyak pabrikan smartphone lain dengan bezel yang lebih tipis namun masih menyertakan port audio 3.5mm.
Sisi positifnya, Xperia XZ2 hingga kini masih akan mendukung Hi-Res Audio yang ciamik. Meskipun apa yang Sony sajikan sebagai Hi-Res Audio hanya akan bekerja dengan headset kabel dan penggunaan kabel konversi yang kompatibel.
Share:

Garap Fitur Super HDR, Vivo Gunakan AI Sederhana

Pada hari Selasa (13/3 2018) kemarin, Vivo telah mengumumkan fitur 'Super HDR' garapannya yang akan dibuat berdasarkan pada teknologi kecerdasan buatan (Artifical Intelligence/AI) yang nantinya akan dijalankan di perangkat buatannya di masa datang.
Adapun tujuan dari fitur ini adalah untuk  meningkatkan kinerja HDR namun pada saat bersamaan siap menghasilkan jepretan kamera yang terlihat jadi lebih alami menggunakan sentuhan teknologi  kecerdasan buatan.

Super HDR menangkap 12 gambar sekaligus dan menyatukannya sebagai gambar komposit.
Dengan memanfaatkan lebih banyak gambar tentu akan memungkinkan kamera memiliki kendali yang lebih baik dalam melakukan pengolahan gambar.
Kamera kemudian menggunakan deteksi adegan (scene detection) untuk mengidentifikasi bagian gambar yang berbeda dan menentukan eksposur yang berlainan pula. Deteksi adegan yang cermat kemudian dapat mengidentifikasi orang dan juga benda di sekitar objek seperti langit, awan, batu, pohon, dll dalam bingkai dan menampilkan eksposur dengan lebih tepat.
Vivo mengklaim bahwa  hasil jepretan dengan menggunakan teknologi dari fitur Super HDR ini selain menghasilkan gambar yang seimbang dan memiliki eksposur baik, juga akan membuat gambar dengan tampilan yang kurang natural dapat diminimalisir.
Sampel gambar yang dibagikan oleh Vivo  menunjukkan fitur Super HDR dalam jepretan kamera  yang menghasilkan kualitas foto yang  sangat menakjubkan. Meski bocoran foto ini langsung dibagikan oleh Vivo, namun masih diragukan kinerja dari Super HDR tersebut.
Pasalnya dalam data EXIF gambar terlihat adanya penyebutan Adobe Photoshop menandakan adanya kemungkinan foto yang sampel tersebut dibuat dengan menggunakan pengeditan software Photoshop buatan Adobe.  
Sejauh ini masih belum ada informasi lebih lanjut  tentang perangkat mana yang akan dipilih oleh Vivo untuk dibekali dengan fitur ini. Termasuk kapan kiranya Vivo akan menghadirkan perangkat tersebut di pasar global. 
Share:
Copyright © 2018 thalitapulsasukses | Thalita Pulsa | Thalita Reload Design by thalitapulsasukses